Cara Menghindari Tekanan Darah Meninggi Saat Menopause

Sebelum mengalami menopause, wanita mempunyai keuntungan dalam hal tekanan darah. Tekanan darah wanita cenderung lebih rendah dibandingkan pria, tapi keuntungan ini tidak berlangsung selamanya.

Tekanan sistolik wanita (ditunjukkan dengan angka yang diatas pada pengukuran tekanan darah, dan lebih berhubungan dengan resiko penyakit jantung dan stroke pada orang diatas usia 50 tahun) menunjukkan peningkatan sekitar 5 mmHg saat menopause. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara 2001-2003 pada orang berusia diatas 60 tahun menunjukkan tekanan sistolik wanita lebih tinggi dari pria di semua Negara bagian di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporannya dikatakan, bahwa sebagian besar wanita ini tidak merasa mempunyai tekanan darah tinggi sampai dilakukan pengukuran.

Untuk orang dewasa sehat, tekanan darah dibawah 120/80 mmHg merupakan yang ideal, dimana dengan semakin tingginya usia, semakin cenderung untuk menaik. Tekanan darah yang tidak diobatidapat menyebabkan jantung bekerja terlalu keras, dan sebagai akibatnya dinding pembuluh darah arteri dapat mengeras dan mengganggu aliran darah. Aliran darah yang terganggu dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan demensia (pikun).

Baca Juga :  5 Jenis Makanan Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi/Hipertensi

Saat tekanan darah meninggi, maka ia diharapkan mengontrolnya dengan dokter untuk diberikan terapi. Terapi ini bisa berupa obat-obatan atau dengan modifikasi gaya hidup dulu.

Modifikasi gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah kenaikan tekanan darah antara lain :

  • Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga membantu menurunkan tekanan darah karena membuat jantung lebih kuat. Dengan kekuatan yang lebih, jantung dapat memompa darah dengan usaha yang lebih sedikit. Olahraga sekitar 30-60 menit beberapa hari dalam seminggu dapat menurunkan tekanan darah antara 4-9 mmHg.
  • Jalani rencana pola makan sehat. Pola makan yang sehat biasanya mengandung banyak buah, sayuran, gandum dan produk susu low-fat atau fat-free. Batasi konsumsi daging merah, makanan yang diawetkan dan dimaniskan.
  • Batasi konsumsi garam. Garam (natrium / sodium) meningkatkan tekanan darah hampir kebanyakan orang yang memang sudah tinggi dan 25 % pada orang yang tekanan darahya masih normal. Batas yang direkomendasikan adalah 1500 ?2400 mg , dan semakin rendah akan semakin baik.
  • Batasi konsumsi alcohol. Memang dikatakan , dalam jumlah yang sangat kecil, alcohol dapat mencegah serangan jantung dan penyakit pembuluh darah jantung. Tapi efek ini akan hilang kalau wanita meminum secara teratur lebih dari satu gelas sehari. Jumlah yang lebih banya akan semakin meningkatkan tekanan darah dan menganggu obat tekanan darah.
  • Capai berat badan ideal. Menjadi kurus tidaklah penting. Tapi untuk yang mengalami obesitas, kehilangan BB sekecil apapun (bahkan 5-10 % saja) dapat menurunkan tekanan darah. Dengan semakin sedikitnya bagian tubuh yang harus diberi makan, jantung tidak harus memompa darah seberat mungkin dan tekanan dalam pembuluh darah akan menurun.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here