Keguguran, Cari Penyebab dan Atasi

Keguguran, Cari Penyebab dan Atasi

Keguguran adalah musibah yang tidak diinginkan oleh calon ibu yang sudah menunggu kehadiran buah hatinya. Tetapi jangan berlarut dalam kesedihan. Segera cari penyebabnya dan ambil langkah pasti serta segeralah hamil kembali.

Banyak penyebab terjadinya keguguran. Umumnya keguguran spontan paling banyak dialami pada trimester pertama atau tiga bulan pertama. Keguguran spontan adalah keguguran yang terjadi dengan sendirinya.

Keguguran spontan ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kelainan janin dan kelainan dari si ibu sendiri. Kelainan janin biasanya karena faktor kelainan kromosom (pembawa sifat di dalam inti sel yang diturunkan dari ayah dan ibu kepada anaknya), dapat berupa kelainan bentuk atau jumlah yang tidak sesuai.

Keguguran yang berasal dari ibu dipicu oleh banyak faktor, antara lain infeksi pada daerah genital, penyakit kronis yang diderita ibu (jantung, paru, atau diabetes yang tidak terkontrol), gangguan hormonal, pola hidup yang tidak sehat (merokok, minum minuman beralkohol, minum obat yang membahayakan janin, polusi dan radiasi), dan keadaan rahim ibu yang kurang baik (tumor, mioma, bentuk rahim kurang sempurna).

Baca Juga :  4 Cara Latih Kemampuan Berkonsentrasi pada Anak

Selain keguguran spontan, keguguran buatan dengan alasan medis juga bisa terjadi, misalnya keguguran dengan alasan kesehatan. Ibu yang menderita penyakit jantung atau paru yang kronis disarankan untuk menggugurkan kandungannya untuk keselamatan si ibu sendiri.

Penyebab lain keguguran adalah keguguran yang disengaja. Dalam kasus ini, kondisi ibu dan janin sehat, tetapi digugurkan karena misalnya hamil di luar nikah. Hal ini termasuk kriminal.

Apapun penyebab keguguran, perawatan maksimal pasca keguguran bisa membuat anda kembali hamil secara normal dan sukses. Semua masalah yang dialami ibu harus diatasi terlebih dahulu. Misalnya infeksi genital, penyakit jantung dan penyakit lainnya.

Jika masalah tersebut tidak tuntas, kemungkinan ibu untuk mengalami keguguran kembali sangat besar. Biasanya setelah terjadi keguguran, dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi dalam rahim.

Baca Juga :  Penampilan VS Payudara, 10 Tips Sempurnakan Payudara Anda

Ibu memang tidak disarankan langsung hamil meskipun dua minggu setelah keguguran ibu biasanya langsung subur dan dapat terjadi kehamilan jika terjadi pembuahan. Disarankan menunggu hingga dua kali menstruasi baru merencanakan kehamilan untuk memastikan jaringan kesembuhan jaringan yang terluka saat keguguran terjadi.

Kontrasepsi dapat digunakan untuk mencegah kehamilan hingga dua kali mesntruasi. Bila langsung hamil, dikhawatirkan terjadi keguguran kembali. Selain itu, waktu untuk menunggu kehamilan kembali dapat digunakan untuk mengevaluasi penyebab keguguran tersebut.

Siapa sajakah yang rawan mengalami keguguran? Yang rawan mengalami keguguran adalah usia ibu diatas 35 tahun, pernah keguguran, atau mengalami penyakit lain seperti kista, mioma, infeksi, atau gangguan hormonal.

Untuk ibu yang ingin hamil setelah keguguran, jangan cemas. Cari tahu penyebab keguguran, atasi masalahnya dan persiapkan diri sebaik mungkin dengan pola hidup sehat untuk hamil kembali.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here