Kenali Olahraga yang baik Dilakukan Ibu Hamil

Olahraga yang baik Dilakukan saat Ibu Hamil

Olahraga wajib dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, Disamping untuk menjaga tubuh agar tetap segar bugar pada waktu kehamilan beberapa olahraga juga sangat membantu untuk memperlancar proses persalinan nantinya.

Tetapi anda tidak boleh melakukan sembarang olahraga yang nantinya bisa membahayakan anda maupun janin anda, dalam artikel ini Sehatbaik akan membantu kalian untuk mengenal olahraga apa yang baik dilakukan, bagaimana cara memulai serta beberapa hal hal yang perlu diwaspadai jika ingin melakukan olahraga dalam masa kehamilan.

Kenali Alasan mengapa Olahraga pada masa kehamilan begitu penting untuk dilakukan:

  • Sangat membantu anda untuk beristirahat lebih tenang pada masa kehamilan.
  • Dapat mencegah naiknya berat badan yang berlebihan.
  • Dapat meningkatkan stamina serta meningkatkan kekuatan otot yang dibutuhkan terutama saat menjalani persalinan dan setelahnya.
  • Dapat memperbaiki suasana hati dan juga dapat mengurangi resiko depresi.
  • Serta dapat mengurangi resiko bayi anda lahir dengan berat badan lebih dari rata-rata.

Olahraga yang baik Dilakukan Ibu Hamil

7Yoga

Yoga adalah suatu latihan fisik atau olahraga yang memang akan membantu setiap orang yang mengikutinya memiliki fleksibilitas tinggi. Namun ketika ibu hamil hendak melakukan Yoga, pastikan untuk mengambil kelas Yoga dengan dipandu sang ahli atau instruktur Yoga yang profesional. Salah-salah bila dilakukan sendiri malah justru membahayakan ibu dan janin.

Kelebihan Yoga yang dapat diperoleh para ibu hamil adalah pernapasan dan juga tubuh yang lebih rileks sehingga ini akan bermanfaat ketika bersalin nanti. Ingat bahwa persalinan normal akan membutuhkan teknik pernapasan yang baik dan relaksasi yang dihasilkan juga bakal membantu supaya para ibu hamil beraktivitas harian secara lebih tenang.

6Relaksasi

Olahraga untuk relaksasi semacam latihan pernapasan sangatlah dibutuhkan oleh para wanita hamil, maka jangan ragu untuk melakukannya bersama dengan yoga. Konsentrasilah pada napas dan juga postur tubuh supaya benar-benar bisa merasakan manfaatnya. Dengan olahraga semacam ini, tubuh juga akan lebih seimbang walau tubuh makin besar.

5Pilates

Mirip seperti halnya Yoga maupun senam kegel, Pilates juga adalah jenis olahraga yang paling disarankan untuk ibu hamil karena manfaatnya yang segudang. Senam pilates menjadi sarana untuk membantu menguatkan otot tubuh wanita hamil berikut mengurangi rasa sakit pada waktu bersalin. Sama dengan Yoga, latihan senam ini perlu dilakukan mengikuti instruktur yang profesional karena pilates perlu dilakukan dengan pelatihan dasar lebih dulu.

4Jalan Santai

Untuk wanita yang sedang hamil olahraga jalan ini adalah yang paling sering dilakukan karena memiliki risiko tekanan fisik yang rendah. Jalan santai adalah olahraga yang sederhana, murah dan aman bagi para ibu hamil karena tak menguras energi yang terlalu besar, Meski begitu, kesehatan paru-paru dan jantung tetap terjaga.

Bukan hanya itu, selama masa hamil, sang ibu hamil akan mampu meningkatkan kinerja jantung supaya dapat menjadi penyuplai darah hingga ke seluruh tubuh, tak terkecuali pada janin. Olahraga jalan santai juga akan menghilangkan stres serta rasa penat pada ibu hamil selain memberikan manfaat untuk metabolisme tubuh.

3Peregangan

Ibu hamil juga tetap harus menjaga fleksibilitas tubuh di mana hal ini diyakini mampu membantu proses melahirkan secara lebih mudah ke depannya. Latihan peregangan adalah aktivitas fisik yang simpel untuk para ibu hamil maupun lansia dalam menjaga kebugaran tubuh. Proses persalinan diyakini akan lebih nyaman ketika tubuh menjadi fleksibel.

Bahkan bukan hanya melahirkan secara lebih mudah, melainkan dengan rajin peregangan, rasa sakit saat persalinan juga bakal berkurang. Ibu hamil memerlukan peregangan tubuh supaya tubuh juga lebih rileks karena banyak juga yang merasakan tubuh terlalu stres. Cobalah melakukan peregangan sehari 2 kali pagi dan sore untuk hasil terbaik.

2Aerobik Ringan

Untuk ibu hamil, olahraga lainnya yang dianggap paling aman adalah aerobik ringan yang manfaatnya dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Tak hanya itu, aerobik ringan juga bagus untuk ibu hamil karena mampu mencegah ambeien atau wasir yang cukup banyak dialami semasa hamil.

Namun meski seringan apapun aerobik yang hendak dilakukan, pastikan untuk mengonsultasikan hal ini lebih dulu dengan dokter Anda. Karena ada beberapa kasus di mana kandungan dianggap kurang aman untuk melakukan aerobik yang ringan sekalipun. Jadi, konsultasi di sini bertujuan untuk mengecek apakah kandungan Anda dalam kondisi yang aman untuk melakukan aerobik ringan.

1Berenang

Olahraga paling baik lainnya untuk ibu hamil adalah berenang. Selain renang adalah olahraga penurun asam urat, aktivitas fisik ini juga sangat aman bagi para ibu hamil. Diyakini pula bahwa dengan berenang, tekanan pada punggung akan berkurang berikut juga bagian kaki yang sakit dan gampang lelah.

Olahraga renang juga mampu membuat tubuh ibu hamil tak mudah capek meski harus melakukan rutinitas. Apabila merasa super kelelahan, cobalah untuk melakukan cara mengambang di air supaya bisa merilekskan diri. Lakukan renang secara rutin dengan didampingi seseorang untuk bisa mendapatkan manfaatnya.

Selain olahraga yang disebutkan diatas, melakukan aktivitas sehari-hari seperti membereskan rumah atau berbelanja juga merupakan olahraga agar menjaga tubuh tetap aktif. Anda bisa melakukan gerakan aktif setidaknya 30 menit perharinya.

 

Panduan Berolahraga yang harus anda perhatikan:

Berolahraga di masa kehamilan membutuhkan ekstra hati-hati. jika anda sebelumnya tak pernah berolahraga, ada baiknya jika anda awali latihan dengan durasi singkat, mulai dari 5-15 menit dan selanjutnya meningkat perlahan ke 30 menit per hari. Berikut ini merupakan panduan yang bisa menjadi acuan untuk anda perhatikan

  • Gunakan pakaian yang sedikit longgar serta gunakan bra yang dapat menyangga payudara dengan baik. Juga gunakan sepatu olahraga yang dapat melindungi Anda dari cedera.
  • Makanlah cukup kalori maksimal sejam sebelum olahraga.
  • Selalu lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya.
  • Lakukan olah tubuh dengan pijakan kaki pada permukaan yang rata untuk mencegah cedera.
  • Saat beralih dari posisi duduk ke berdiri, lakukan pergerakan perlahan untuk mencegah kepala pusing.
  • Hindari diri dari dehidrasi dengan mengonsumsi cukup cairan.
  • Jika Anda mengikuti kelas tertentu seperti yoga atau pilates untuk ibu hamil, pastikan Anda berlatih di bawah panduan instruktur ahli.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai :

Ibu hamil perlu berhenti berolahraga jika tiba-tiba mengalami hal-hal seperti sakit kepala, nyeri dada, terjadi pendarahan atau keluarnya cairan lain dari vagina, terjadi kontraksi terus-menerus pada rahim, sesak napas, detak jantung mengencang, serta pergerakan janin yang berkurang.

Cara termudah untuk mendeteksi jika olahraga yang dilakukan telah melebihi kemampuan adalah apakah Anda masih dapat bercakap-cakap saat berolahraga. Jika Anda sudah tidak dapat bicara seperti biasa, kemungkinan Anda memaksakan diri dan perlu istirahat sejenak.

Namun demi menghindari cedera, ada beberapa jenis olahraga atau kegiatan yang sebaiknya dihindari, antara lain:

  1. Olahraga beregu yang banyak melibatkan kontak fisik seperti basket dan sepak bola.
  2. Scuba diving karena berisiko membuat bayi mengalami dekompresi dan gelembung gas dalam pembuluh darah.
  3. Olahraga di ketinggian dan aktivitas yang membuat Anda berisiko jatuh seperti badminton, tenis, beladiri.
  4. Olah tubuh yang membuat Anda berbaring lama, terutama setelah 4 bulan kehamilan. Pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung dapat tertekan dan membuat Anda pingsan.
  5. Olahraga dengan tempo cepat dan membutuhkan perubahan pergerakan tubuh dengan cepat seperti melompat atau sit up.

Selain itu, meski olah tubuh penting dilakukan, namun ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat ibu hamil sebaiknya hati-hati saat berolahraga atau bahkan menghindari olahraga. Antara lain mengalami:

  1. Gangguan pada leher rahim.
  2. Tekanan darah tinggi saat hamil.
  3. Menderita penyakit jantung dan paru, nyeri sendi, anemia, diabetes yang tidak tertangani dengan baik.
  4. Pernah atau berisiko mengalami persalinan prematur.
  5. Pernah mengalami keguguran 2 kali atau lebih.
  6. Pendarahan atau bercak darah.
  7. Leher rahim atau serviks yang lemah.
  8. Plasenta yang berposisi rendah di rahim.

Sebelum berolahraga ada baiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terdekat beserta dengan suami anda.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here