Pemahaman dan Efek Samping KB Suntik

KB Suntik adalah salah satu alat atau metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Seperti namanya KB Suntik ini dilakukan dengan cara menyuntikan kontrasepsi hormonal kebagian tubuh tertentu seperti paha, lengan atas dan bokong. Cara kerja Metode kontrasepsi ini adalah menghentikan proses produksi sel telur dan mencegah proses pembuahan dengan menjaga sel telur dan sel sperma agar tidak bertemu.

Untuk di indonesia, Umumnya KB suntik ini ada 2 jenis yang dibedakan berdasarkan jangka waktu pemakaian yaitu KB Suntik 1 bulan dan KB Suntik 3 bulan. Untuk suntikan KB 1 bulan berisi kandungan dari kombinasi hormon progestin dan hormon estrogen, tetapi dengan kadar progestin yang lebih rendah. sedangkan Suntikan KB 3 bulan hanya mengandung Hormon Progestin saja.

Lebih lanjut baca

Baca Juga :  Kenali Perbedaan KB Suntik 1 Bulan dan 3 Bulan

Ketika menggunakan KB suntik, Anda juga mungkin tidak akan mengalami Haid karena sifat hormon progesteron ini menghentikan produksi dan pelepasan sel telur (ovulasi). Kondisi lapisan rahim juga menjadi lebih tipis sehingga jika ada sel telur yang berhasil dibuahi, maka rahim tidak mampu mendukung dan kehamilan bisa dicegah.

Penggunaan KB suntik juga terbilang efektif. Menurut data, di antara 1.000 wanita yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan KB, dalam satu tahun ada 800 orang yang hamil. Sementara, di antara 1.000 orang yang menggunakan KB suntik, dalam dua tahun yang hamil hanya dua hingga 60 orang.

Efek Samping KB Suntik

Secara umum efek samping KB suntik ini yang paling sering terjadi adalah bertambahnya berat badan, perdarahan yang tidak teratur, dan perubahan suasana hati yang berlangsung dengan cepat. Tidak hanya itu Efek samping yang lain biasanya adalah sakit kepala dan nyeri payudara. Walaupun tidak pasti muncul pada setiap pengguna, cukup banyak wanita yang mengeluhkan efek samping tersebut. Efek ini kemungkinan berlangsung sejak mendapatkan suntikan sampai efek dari kb suntik habis.

Selain dari Efek Samping umum diatas anda juga perlu mewaspadai beberapa efek samping dibawah ini yang mungkin akan terjadi untuk pemakaian KB suntik

  • Tidak Cepat Subur Kembali

Jika anda memakai Kb suntik, anda tidak bisa langsung untuk merencanakan kehamilan setelah berhenti memakai alat kontrasepsi ini. Mengapa demikian? karena setelah selesai menggunakan KB suntik ini, mungkin ada penundaan pemulihan kesuburan. Kira-kira membutuhkan waktu beberapa bulan, bahkan lebih dari 6 bulan setelah lepas KB, barulah Anda kembali subur yang ditandai dengan adanya produksi sel telur. Jangka waktu ini dapat berbeda-beda pada setiap orang. Jika Anda berencana untuk mempunyai anak dalam waktu satu tahun ke depan, penggunaan KB suntik dirasa kurang tepat.

  • Kemungkinan kepadatan mineral tulang berkurang

Salah satu efek samping menggunakan Kb ini adalah kemungkinan Anda berpotensi mengalami kehilangan kepadatan mineral tulang, sehingga mungkin meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Hal ini sudah didukung oleh penelitian. Terlebih, kehilangan kepadatan mineral tulang ini dinilai belum tentu dapat pulih kembali.

  • Tidak melindungi dari infeksi penyakit menular seksual

Penelitian membuktikan bahwa KB hormonal seperti suntik, tidak dapat melindungi diri dari infeksi penyakit menular. Bahkan risiko terkena HIV atau klamidia pada wanita cenderung meningkat. Sayangnya penyebab cenderung meningkatnya risiko ini tidak diketahui secara pasti. Mungkin saja kecenderungan itu karena faktor hormonal atau bisa saja karena faktor perilaku pengguna KB tersebut.

Berdasarkan temuan mengenai efek samping KB suntik, salah satu organisasi kesehatan obat dan makanan memberikan peringatan KB suntik sebaiknya tidak digunakan lebih dari dua tahun. Jika Anda masih ingin tetap menggunakannya, waspadai risiko osteoporosis dan gangguan makan tertentu.

Apabila efek samping KB suntik dianggap mengganggu, disarankan untuk mencari alat kontrasepsi lain yang lebih sesuai.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here