Penyebab dan Gejala Glaukoma

Penyebab dan Gejala Glaukoma

Menurut salah seorang staff medis, glaukoma didefinisikan sebagai gangguan penyakit yang menyerang dan mempengaruhi syaraf optik atau syaraf penglihatan pada mata, baik sebagian atau keseluruhan sehingga mata mengalami penurunan atau degeneratif dalam fungsinya sebagai organ penglihatan dan apabila dibiarkan tanpa penanganan, akan menyebabkan kerusakan permanen pada salah satu atau kedua buah bola mata berupa kebutaan.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk akibat gangguan glaukoma ini, ada baiknya mengetahui beberapa jenis dan macam penyebab dan gejala glaukoma, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan semenjak dini.

Jenis dan macam

Berikut beberapa jenis dan macam penyebab dan gejala glaukoma sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

Gangguan peredaran darah. Glaukoma bisa saja disebabkan oleh terjadinya gangguan pengaturan aliran darah ataupun penyumbatan pembuluh darah ke saraf optik mata. Gangguan aliran ini bisa disebabkan oleh faktor penyakit seperti diabetes, hipertensi atau endapan plak arteri yang dipicu oleh timbunan kolesterol.

Overdosis vitamin C. Walaupun vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut dalam air dan kelebihan asupannya dapat dibuang melalui urine, namun menurut salah satu penelitian yang pernah dipublikasikan, kelebihan suplai vitamin C juga dapat memicu terjadinya gangguan pada syaraf mata.

Baca Juga :  Kenali 9 Gejala Awal Kolesterol Tinggi Pada Tubuh Anda

Tekanan tinggi. Walaupun tekanan bola mata atau tekanan intraokuler mampu menyebabkan kerusakan saraf optik mata, namun menurut beberapa sumber dikatakan bahwa tekanan intraokuler yang normal juga dapat memicu timbulnya glaukoma. Tekanan intraokuler yang telalu tinggi ini dapat terjadi akibat ketidakseimbangan produksi cairan dan pembuangannya dalam bola mata.

Katarak. Katarak yang terlalu parah dan tidak mendapatkan penanganan segera merupakan salah satu penyebab dan gejala glaukoma sekunder, seperti penurunan penglihatan perifer atau sekeliling pinggiran luar dan penglihatan malam hari.

Hormonal. Gangguan fungsi hormonal terutama yang berkaitan dengan hormon steroid atau cortisone yang berguna untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh. Selain gangguan fungsi hormonal ini, penggunaan steroid sintesis jangka panjang seperti yang digunakan oleh olahragawan juga berpotensi menyebabkan glaukoma.

Gejala umum. Secara umum, gejala glaukoma ditandai dengan penurunan fungsi penglihatan, rasa nyeri pada bola mata bahkan bisa berkembang ke arah pusing, mual dan muntah dengan diikuti warna kemerahan pada mata, timbulnya efek pelangi pada pinggiran mata atau penglihatan ketika melihat sumber cahaya.

Faktor usia atau umur juga merupakan salah satu penyebab dan gejala glaukoma yang terjadi pada lansia ini biasanya dipicu oleh penurunan syaraf optik dan lensa mata karena kelainan mata presbiopi.

Kelainan mata presbiopi pada usia tua ini akan memicu daya akomodasi mata yang bekerja secara maksimum, sehingga menimbulkan tekanan intraokuler yang tinggi dan mampu menyebabkan kerusakan saraf optik mata.

Oleh karenanya, melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara teratur dan segera ketika pandangan terasa kabur, remang dan sempit, harus segera dilakukan untuk meminimalkan resiko glaukoma yang terjadi.

Semoga bermanfaat.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here