Perbedaan Antara Delusi dan Halusinasi

Delusi vs Halusinasi

Delusi dan Halusinasi adalah suatu proses pada otak untuk merasakan, melihat ataupun mendengar hal hal yang tidak benar benar terjadi atau tidak nyata. Namun walaupun keduanya mempunyai proses yang sama delusi dan halusinasi sebenarnya berbeda secara mendasar.

Lalu apa Perbedaan Delusi dan halusinasi ?

Delusi adalah Faktor utama dari penyakit gangguan mental serius atau disebut Psikosis dimana penderitanya memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan pada sesuatu yang tidak benar benar nyata sehingga ia tidak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi oleh karena itu penderita akan terus meyakini apa yang ia pikirkan.

Sedangkan Halusinasi adalah gejala yang ditandai dengan adanya sebuah persepsi palsu pada salah satu dari lima panca indra. Oleh karena itu, halusinasi pada dasarnya adalah melihat, mendengar, meraba, mengecap, atau mencium bau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sebagian orang yang mengalami halusinasi menyadari bahwa itu hanyalah persepsi palsu, tapi sebagian lagi benar-benar percaya bahwa apa yang mereka alami adalah nyata.

Halusinasi yang paling sering terjadi adalah halusinasi dari indra pendengaran, Halusinasi ini dialami sebagai suara berbisik di telinga mereka entah familiar atau asing.

Penyebab Delusi

Penyebab Delusi ini masih dipertanyakan untuk kepastianya. Namun beberapa faktor dibawah ini bisa menjadi faktor penyebab delusi ini

  • Genetik: Gangguan delusi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan delusional atau skizofrenia. Dari yang diyakini bahwa sangat mungkin diturunkan dari orangtua ke anaknya.
  • Biologis: gangguan delusi kemungkinan terbentuk jika bagian otak untuk proses berpikir (lobus frontal) dan persepsi (lobus parietal) mengalami gangguan seperti pertumbuhan tumor otak.
  • Lingkungan atau psikologis: gangguan delusi juga dapat dipicu karena adanya stress berlebih perilaku berisiko seperti konsumsi berlebih dan penyalahgunaan narkotika. Seseorang yang mengalami kesepian dan terisolasi karena kecacatan indera pendengaran dan penglihatan juga dapat mengalami delusi.

Anda juga dapat membaca tentang delusi secara lengkap disini Penjelasan dan jenis Gangguan Delusi

Penyebab halusinasi

Untuk halusinasi dapat dipicu oleh berbagai sebab yaitu diantaranya

  • Penyalahgunaan obat, hal ini menjadi penyebab umum yang sering terjadi dalam menyebabkan halusinasi. Seseorang dapat mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata jika mereka dalam kendali alkohol, narkoba dan obat-obatan halusinogen.
  • Delirium atau demensia, halusinasi visual paling sering terjadi.
  • Gangguan mental, berbagai gangguan mental yang menyebabkan seseorang tidak dapat menyebabkan kenyataan dan imajinasi seperti delusi dapat menyebabkan halusinasi. Gejala halusinasi juga dapat terjadi pada penderita skrzofernia, dementia, dan delirium.
  • Kekurangan waktu tidur, lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami kekurangan waktu tidur atau tidak tidur dalam waktu beberapa hari atau waktu yang lebih lama.
  • Kondisi kesehatan, terdapat berbagai kondisi kesehatan yang menyebabkan seseorang mengalami halusinasi di antaranya:
    • Sedang menjalani pengobatan
    • Penyakit dengan stadium terminal seperti pada kanker, AIDS, atau gagal ginjal dan liver.
    • Mengalami Parkinson
    • Demam tinggi terutama pada anak anak dan orang tua
    • Migrain
    • Isolasi sosial, terutama pada lansia
    • Cacat indera pendengaran dan pengelihatan
    • Epilepsi

 

Saat seseorang mengalami halusinasi ia akan menunjukan perubahan emosi atau perilaku sesuai dengan sensasi yang ia alami dan hal ini bergantung pada indera yang terpengaruh.

 

Jenis halusinasi diantaranya:

  1. Halusinasi auditory, Halusinasi ini merupakan jenis yang paling umum terjadi, Halusinasi yang mempengaruhi indra pendengaran dimana seseorang dapat mendengar suara seperti langkah kaki, bisikan seseorang atau ketukan berulang ulang.
  2. Halusinasi visual, jenis halusinasi ini menyebabkan seseorang yang mengalaminya melihat orang lain, benda atau objek objek lainnya yang sebenarnya tidak ada di sana.
  3. Halusinasi olfactor, jenis halusinasi ini mempengaruhi indera penciuman baik dalam bentuk wangi maupun bau yang tidak sedap pada diri sendiri, suatu objek, maupun orang lain.
  4. Halusinasi gustatory, jenis halusinasi ini mempengaruhi indra pengecap sehingga seseorang merasakan rasa tertentu. Hal ini sering terjadi saat seseorang mengalami epilepsi yang merasakan rasa permukaan besi pada lidah mereka.
  5. Halusinasi tactile, halusinasi yang terjadi pada indera peraba sehingga seseorang merasakan gejala seperti adanya langkah serangga, pergerakan organ dalam atau tangan seseorang menyentuh badan mereka.
  6. Halusinasi somatik, Jenis dari halusinasi tertuju pada saat seseorang yang merasakan tubuh mereka terluka parah seperti terasa tersayat atau patah tulang, Contohnya Penderita memeriksakan tubuhnya ke dokter karena adanya hewan yang mencoba menyerang tubuh mereka.

 

Perbedaan dalam penanganan delusi dan halusinasi

Gangguan delusi ditangani dengan terapi kejiwaan seperti psikoterapi, terapi perilaku kognitif, dan terapi keluarga. Tujuan terapi kejiwaan pada pendeita delusi adalah mengurangi stress, membantu penderita berinteraksi dan mendekatkan penderita dengan keluarga dan orang terdekat. Terapi obat untuk penderita delusi mencakup obat neuroleptic dan antipsikotik untuk menekan hormon dopamine dan serotonin pada otak serta obat antidepresan.

Berbeda dengan seseorang yang mengalami halusinasi ditangani dengan pemberian obat yang memperlambat kerja otak, namun penanganan halusinasi disertai dengan faktor yang menyebabkannya untuk mengurangi keparahan halusinasi. Konseling kejiwaan juga diperlukan agar seseorang yang mengalami halusinasi dapat mengerti lebih baik akan kondisi yang dialaminya.

 

Referensi:

Fred K. Berger, MD, addiction and forensic psychiatrist, Scripps Memorial Hospital, La Jolla, CA. Also reviewed by David Zieve, MD, MHA, Isla Ogilvie, PhD, and the A.D.A.M. Editorial team.
https://medlineplus.gov/ency/article/003258.htm

Delusion Wikipedia
https://en.wikipedia.org/wiki/Delusion

Doktersehat Gangguan Delusi

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here