Siapkan Mental Putri Anda Sejak Dini Hadapi PMS

Siapkan Mental Putri Anda Sejak Dini Hadapi PMS

Menstruasi kali pertama biasanya menjadi momok buat si kecil. Kaget, malu atau bahkan takut adalah perasaan umum dialami anak-anak perempuan yang tengah beranjak remaja tersebut. Tugas bunda adalah mengurangi kecemasan tersebut.

Menstruasi pertama adalah kejadian istimewa yang mengerikan untuk anak perempuan. Shock atau kaget tidak akan terjadi jika bunda mempersiapkan si kecil sejak dini, misalnya sejak mereka berusia 10 tahun atau 11 tahun. Sehingga ketika menstruasi pertama datang mereka siap secara fisik dan psikologis.

Salah satu cara mempersiapkannya adalah dengan cara menanamkan pemahaman bahwa menstruasi adalah hal yang normal dialami semua perempuan. Begitu waktu alamiah datang bulan, bunda tidak perlu waktu khusus lagi untuk berbicara kepada si kecil.

Baca Juga :  Terapi Tertawa untuk Atasi Stress

Hal ini bisa dijelaskan setiap saat. Sebab setiap bulan bunda pasti menstruasi juga. Bunda membeli stok pembalut atau tidak sholat selama seminggu bagi yang muslim pasti membangkitkan rasa penasaran bagi si kecil. Jika anak bertanya, itu adalah saat yang paling tepat untuk menjelaskannya.

Kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh orang dewasa sehubungan dengan menstruasi adalah berbohong. Misalnya orang dewasa mengatakan bahwa bunda tidak sholat karena sedang sakit atau setiap perempuan setiap bulan punya kesempatan untuk tidak sholat.

Hal ini hanya akan memberikan pesan yang salah kepada si kecil. Kemungkinan si kecil akan berpikir bahwa menstruasi pasti sakit atau boleh absen dari kegiatan keagamaan tanpa alasan.

Daripada berbohong, lebih baik mengatakan yang sebenarnya dan menganggap datang bulan sebagai suatu hal yang wajar. Bunda dapat menambahkan pesan bahwa jika sudah datang bulan, harap cepat memberitahu bunda dan jika terjadi di sekolah, bilang saja sama ibu guru.
Ketika saat itu tiba, ada beberapa hal lain yang harus dilakukan.

Selain mengajarinya hal-hal teknis tentang bagaimana memasang pembalut, olahraga, atau minum jamu untuk mengurangi nyeri perut, sudah waktunya memberikan pendidikan seks lebih lanjut kepada si kecil.

Baca Juga :  Obati Dementia dengan Kasih Sayang

Rata-rata perempuan mengalami menstruasi pertama pada saat berumur 10-12 tahun. Saat ini dia sudah bisa diajak bicara konsenkuensi perempuan yang sudah menstruasi. Jadi bunda bisa mulai menanamkan pemahaman bahwa di usia itu sistem reproduksinya bekerja maksimal. Pada masa subur, ovariumnya bisa mengeluarkan sel telur, yang bisa mengakibatkan kehamilan jika dibuahi sperma.

Karena itu sudah waktunya ibu mewanti-wanti si kecil untuk menjaga organ reproduksinya. Sampaian juga soal pentingnya menjaga pergaulan. Tegaskan siapa saja yang boleh memegang atau melihat tubuhnya. Yang bisa menjaga tubuhnya adalah dia sendiri.

Pada usia remaja awal, seperti pada saat mengalami menstruasi pertama, dorongan seksualnya sangat tinggi. Bunda tidak perlu terlalu protektif sampai membuat anak tidak nyaman. Ciptakan suasana santai sehingga dia tida sungkan atau malu bercerita tentang apa saja kepada bunda.

Saat ini kita bisa mengakses informasi dari mana saja. Internet tinggal klik. Teman-teman juga bisa menjadi sumber pengetahuan tentang seks. Bunda hanya perlu memantau dan bukan membatasi.

Coba masuk ke dunianya. Iseng-iseng tanya gimana pacarannya, di sekolah bahas apa saja dengan teman-teman, dll. Jadi dia bisa lebih terbuka kepada bunda, dengan demikian anak lebih mudah diberikan pengertian.

Menstruasi Pertama

Yang bisa dilakukan Bunda

  1. Kenali perubahan. Sebelum menarche, si kecil akan mengalami perubahan fisik yang cukup jelas. Misalnya buah dadanya membesar dan tumbuh rambut pada kemaluannya. Inilah saat yang tepat untuk memberikan penjelasan tentang menarche
  2. Libatkan dalam penyiapan kebutuhan. Ketika gejala-gejala itu terjadi, bunda bisa mulai menyiapkan kebutuhan pembalut. Tanyakan kepadanya, dari semua iklan di televisi, produk mana yang menarik untuk dicobanya. Hal ini membuat dia tidak takut untuk menghadapi menstruasi.
  3. Siapkan kebutuhan. Mens bukan hal yang memalukan. Jadi si kecil bisa mulai membawa pembalut sebagai bekal jika menarche terjadi di sekolah. Dia tidak perlu malu kepada teman dan guru. Jika menarche terjadi di rumah, bawakan rok ganti sebagai antisipasi jika darah merembes ke rok pada saat di sekolah.
  4. Kenalkan obat dan jamu. Jangan lupakan sisi ilmiah. Beri pengertian bahwa kadang terjadi nyeri perut saat menstruasi. Beri pengertian bahwa buah hati tidak perlu takut, hanya perlu menyiapkan antisipasi. Misalnya obat pereda nyeri haid. Bunda juga bisa mengenalkannya pada jamu kunyit asam yang dipercaya bisa mengurangi nyeri.
  5. Bentuk grup dengan teman perempuan. Supaya si kecil memahami bahwa menstruasi adalah hal yang normal, bunda bisa mengajaknya bicara saat teman-teman perempuannya berkumpul. Menarche biasanya terjadi pada range usia sebaya sehingga mereka sering mengalaminya dalam waktu yang berdekatan. Mereka bisa saling mendukung dan berbagi pengalaman.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here