Stroke: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Stroke: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Stroke adalah Suatu penyakit yang menyerang bagian syaraf tertentu dalam otak manusia. Stroke terjadi karena pasokan aliran darah yang menuju otak tiba-tiba terhenti atau tersumbat dan lebih fatal lagi karena pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan syaraf otak mati.

Penyakit Stroke bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Stroke mengakibatkan beberapa bagian otak tidak berfungsi karena kekurangan oksigen dan darah. Akibat yang paling sering ditemukan setelah serangan stroke adalah gangguan pada sensor motorik atau berkurangnya kemampuan fisik dan juga memori otak.

Seseorang yang terkena stroke bisa mengalami kelumpuhan pada syaraf tangan dan kaki dan biasanya hanya menyerang pada salah satu sisi saja. Namun terkadang stroke juga dapat menyebabkan kelumpuhan syaraf otak sehingga menganggu sistem tubuh secara keseluruhan.

Jenis & Penyebab Stroke

Semua orang yang terkena stroke bisa memiliki akibat yang berbeda-beda. Ada orang yang bisa sembuh total setelah serangan stroke ringan. Namun jenis stroke berat biasanya menyebabkan kecacatan atau resiko gangguan memori. Semua ini tergantung dari jenis stroke yang diderita. Berikut ini adalah beberapa jenis stroke yang dikenal dalam dunia medis.

1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik menjadi jenis stroke yang paling umum, terhitung 85% dari semua penderita stroke di seluruh dunia. Stroke ini disebabkan ketika ada bagian pembuluh darah yang mengalami hambatan dari gumpalan darah. Pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah bisa disebabkan oleh penumpukan plak dari kolesterol maupun lemak.

Proses terjadinya stroke iskemik adalah ketika darah yang seharusnya sampai ke bagian otak tidak bisa mencapai sel-sel dalam otak karena gumpalan darah. Hal ini menyebabkan otak kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga serangan stroke terjadi dalam waktu yang sangat cepat.

Stroke iskemik dibagi menjadi dua jenis berdasarkan letak gumpalan darah, yaitu:

  • Stroke trombotik.

Stroke ini terjadi karena ada gumpalan darah dalam pembuluh darah.

  • Stroke emboli.

Stroke ini terjadi karena terbentuknya gumpalan darah pada beberapa bagian tubuh terutama bagian arteri yang menyebabkan darah tidak bisa mencapai otak. Gumpalan darah ini biasanya berupa penyempitan arteri atau penyumbatan pada pembuluh darah.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena ada pembuluh darah dalam otak yang pecah sehingga membuat bagian otak mengalami pendarahan. Stroke ini bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia karena biasanya langsung terjadi pada serangan pertama dan tanpa gejala. Stroke hemoragik juga bisa disebabkan karena beberapa gangguan seperti hipertensi, aneurisma, kesalahan bentuk arteri, dan kandungan protein amiloid yang tinggi dalam pembuluh arteri.

Baca Juga :  Erotomania - Delusi Jatuh Cinta

Pecahnya pembuluh darah dalam otak disebabkan karena:

  • Hipertensi (darah tinggi). Orang yang memiliki penyakit darah tinggi biasanya lebih memiliki resiko serangan stroke hemoragik.
  • Tingginya kandungan protein amiloid pada arteri yang banyak ditemukan pada orang lanjut usia.
  • Aneurisma. kondisi pembuluh darah yang sangat lemah dan tidak kuat menahan laju aliran darah sehingga arteri bisa pecah.
  • Bentuk arteri yang terlalu lemah atau malformasi arteri. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan hebat dalam otak.

3. Stroke Iskemik Sementara

Stroke iskemik sementara atau dikenal dengan istilah stroke ringan. Meskipun ini tergolong dalam stroke ringan namun sama sekali tidak boleh diremehkan. Serangan stroke yang lebih berat kemungkinan bisa datang kapan saja. Serangan stroke ringan pertama biasanya tidak menyebabkan gangguan memori maupun syaraf sensorik. Beberapa penderita stroke ini bisa menghindari serangan yang lebih serius dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup.

Berikut ini adalah penyebab umum dari stroke dan hal yang meningkatkan resiko serangan stroke.

Terjadinya pembekuan darah dalam tubuh yang biasanya banyak dipicu oleh asap rokok, orang yang telah masuk ke usia lebih dari 36 tahun dan wanita yang memakai kontrasepsi pil untuk usia lebih dari 30 tahun.

  • Kebiasaan konsumsi alkohol dan merokok
  • Pecandu narkoba
  • Kecelakaan yang menyebabkan trauma otak.
  • Gaya hidup yang tidak baik seperti konsumsi lemak yang berlebihan dan tidak pernah olahraga.
  • Riwayat penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Gejala Stroke

Stroke biasanya tidak memperlihatkan gejala khusus dan biasanya lebih sering terjadi secara tiba tiba dan sangat cepat sehingga tidak dapat diprediksi atau tanpa peringatan terlebih dahulu. Namun jika anda mengalami gejala gejalah dibawah ini anda bisa menghubungi dokter ahli untuk berkonsultasi dan penanganan.

  • Gangguan pada penglihatan, bingung dan sulit untuk memahami komunikasi.
  • Sakit kepala yang terjadi dalam waktu cepat hingga pingsan.
  • Sakit kepala yang disertai dengan muntah dan kehilangan kesadaran.
  • Salah satu sisi tubuh mati rasa secara tiba-tiba, bisa terjadi pada tangan, kaki atau bagian wajah.
  • Kepala sering pusing, anggota tubuh yang sulit untuk mengerjakan aktifitas ringan dan sulit berjalan kaki.
  • Rasa nyeri yang parah pada tangan, kaki dan anggota tubuh lain.
  • Depresi dan tidak bisa menyampaikan emosi.

kemungkinan gejala lain lain tiap seseorang dan tergantung pada tingkat keparahan dari penyakit ini. yang pasti kunci dari penyakit ini adalah gejala datang secara Tiba tiba.

Bagaimana cara mendiagnosis stroke ?

Bagi seseorang yang terkena stroke untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan terbaik mereka harus dirawat di rumah sakit selama kurang lebih 3 jam setelah gejala mereka muncul.

Untuk Stroke iskemik dan stroke hemoragik memerlukan berbagai jenis pengobatan. dan memerlukan CT Scan untuk melihat kondisi otak.

Ada beberapa jenis tes diagnostik yang dapat digunakan dokter untuk menentukan jenis stroke yang telah terjadi, yaitu:

Tes darah – Dokter mungkin melakukan tes darah untuk mengetahui seberapa cepat pembekuan darah pada pasien, tingkat zat tertentu (termasuk faktor penggumpalan darah) dalam darah, dan apakah pasien tersebut memiliki infeksi atau tidak.

CT scan – serangkaian sinar-X yang bisa menunjukkan perdarahan, stroke, tumor, dan kondisi lain di dalam otak.

Pemeriksaan Fisik – Dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat penyakit pasien, lalu memeriksa tekanan darah, arteri bagian leher, dan memeriksa pembuluh darah di belakang mata, semua dilakukan untuk memeriksa indikasi penggumpalan darah.

MRI scan – Gelombang radio dan magnet melihat otak secara keseluruhan dan mengetahui kerusakan otak yang terjadi karena serangan stroke.

USG – Tes yang dilakukan untuk melihat aliran darah dalam arteri dan kemungkinan penyumbatan karena gumpalan atau plak.

Ekokardiogram – Sebuah tes yang dilakukan untuk mendeteksi semua gumpalan yang mungkin terbentuk pada pembuluh darah ke otak.

Angiografi Pembuluh Darah Otak (Cerebral Angiography) – penyinaran sinar-X pada pembuluh darah otak setelah injeksi cairan kontras khusus pada arteri di leher, paha dalam, atau area lainnya. Cairan kontras ini akan tampak pada penyinaran ketika mencapai otak dan disirkulasikan melalui pembuluh darah.

Pengobatan dan Terapi Stroke

Pengobatan Stroke

Pengobatan untuk stroke dilakukan berdasarkan jenis stroke yang terjadi. Berikut ini beberapa metode pengobatan secara medis sesuai dengan jenis stroke.

1. Stroke iskemik.

Stroke iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan karena ada bagian arteri yang menyempit karena sumbatan. Pengobatan dilakukan untuk menghilangkan sumbatan sehingga aliran darah ke otak bisa kembali normal. Pengobatan juga dilakukan untuk mencegah gumpalan yang lebih besar dan pembentukan gumpalan yang lain.

Pengobatan juga bisa dilakukan dengan operasi yang dilakukan oleh ahli bedah dengan menghilangkan semua gumpalan pada arteri. Namun metode ini biasanya dilakukan dengan berbagai syarat yang sangat detail.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi karena ada pendarahan dalam otak. Pengobatan medis dilakukan untuk mengendalikan pendarahan dan menghentikan pendarahan pada lokasi pendarahan. Pemberian obat-obatan untuk mengurangi pendarahan, mengatur tekanan darah dan mengatasi kejang pada arteri. Tindakan operasi juga bisa dilakukan untuk mengobati stroke ini dengan cara mencegah pendarahan yang lebih parah.

3. Stroke Iskemik Sementara

Meskipun stroke iskemik bersifat ringan namun membutuhkan pengobatan untuk mengurangi resiko yang lebih berat. Pengobatan dilakukan dengan menghilangkan semua plak yang terbentuk dengan arteri.

Baca Juga :  Perbedaan Antara Delusi dan Halusinasi

Terapi Stroke

Pengobatan untuk berbagai jenis stroke juga bisa dilakukan dengan memberikan terapi pada pasien dengan kondisi khusus. Berikut ini adalah beberapa jenis terapi yang biasanya dilakukan untuk memulihkan kondisi penderita setelah serangan stroke pertama.

  • Terapi fisik – Terapi ini dilakukan untuk orang yang menderita gangguan koordinadi motorik setelah serangan stroke. Terapi ini juga bisa membantu penderita agar belajar mandiri setelah terkena stroke.
  • Terapi bicara – Terapi ini dilakukan untuk mengatasi kesulitan komunikasi dan mulai melalukan belajar untuk memahami pembicaraan, suara atau nada yang didengar.
  • Terapi okupasi – Terapi ini dilakukan untuk membantu penderita agar pulih dan bisa melakukan aktifita yang ringan seperti membaca, makan, minum, menulis, memasak dan keperluan pribadi lain.

Bahaya Stroke

Stroke masih menjadi penyakit yang sangat mengerikan. Berbagai macam penderitaan menjadi salah satu bahaya stroke. Berikut ini adalah beberapa bahaya stroke selalu mengancam semua orang termasuk orang yang masih sehat.

  • Kematian- Stroke bisa menyebabkan kematian pada penderitanya. Hal ini lebih sering terjadi pada stroke yang disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam otak. Bahkan kematian bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
  • Cacat Sementara dan Permanen- Stroke selalu meninggalkan resiko melemahnya motorik pada tubuh. Hal ini membuat tubuh menjadi cacat baik cacat permanen maupun sementara. Berbagai upaya terapi dan dukungan keluarga perlu diberikan pada resiko stroke ini.
  • Kehilangan Masa Tua– Banyak orang tua yang kehilangan kebahagiaan karena terkena stroke. Mereka akhirnya tidak bisa melakukan berbagai aktifitas yang menyenangkan untuk menikmati masa tua. Dan bahkan ada penderita stroke yang merasa depresi karena berpikir merepotkan anak-anak yang seharusnya bahagia.
  • Kehilangan Pekerjaan- Stroke merampas semua hak menyenangkan pada orang yang masih produktif. Hal ini bisa menyebabkan kehilangan pekerjaan dan kebahagiaan untuk bersama keluarga.

Cara Mencegah Stroke

Stroke sebenarnya penyakit yang sangat mengerikan, namun berbagai upaya masih bisa kita lakukan agar terhindar dari resiko stroke. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang perlu kita lakukan sejak masih muda.

Kurangi asupan garam dalam makanan. Garam menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi, dan tekanan darah tinggi adalah penyebab stroke terbesar di dunia.
Atur pola makan. Hindari berbagai jenis makanan yang mengandung lemak berlebihan karena bisa menyebabkan gumpalan lemak dan kolesterol pada arteri. Lebih baik jika mengkonsumsi lemak yang sehat sehingga terhindar dari resiko stroke.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol maka hentikan semua kebiasaan ini. Rokok dan alkohol juga menyebabkan stroke dan akibatnya sangat buruk.

Lakukan olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan olahraga teratur juga membuat berat badan stabil sehingga terhindari dari resiko obesitas.

Hindari semua penyebab diabetes. Batasi semua asupan makanan yang menyebabkan kadar gula dalam tubuh bisa naik. Diabetes juga pemicu serangan stroke.
Jika Anda memiliki berat badan berlebih maka lakukan diet untuk menghindari obesitas. Lakukan diet untuk mengurangi asupan kalori dan makan dengan kalori yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Stroke memang penyakit yang sangat kejam. Stroke bisa menimbulkan penderitaan panjang pada penderita dan juga keluarga. Kesadaran untuk melakukan berbagai upaya pencegahan sejak masih muda bisa mengurangi resiko serangan stroke saat lanjut usia.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here