Terapi Untuk Bulimia Nervosa

Terapi Untuk Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa adalah penyakit gangguan pencernaan yang lebih sering menimpa wanita remaja dan pertangahan usia. Penyebab dari penyakit ini masih belum dapat diketahui asalnya, namun diyakini dipengaruhi oelh beberapa faktor. Beberapa diantaranya memiliki masalah dengan berat badan atau obesitas, memiliki riwayat anoreksia, stress, bahkan faktor genetik juga dapat mempengaruhi.

Penyakit ini dapat menyebabkan kondisi patologis bukan hanya pada saluran pencernaan tetapi juga dalam rongga mulut, misalnya xerostomia, erosi pada gigi geligi, pembengkakan glandula salivarius (kelenjar ludah) dan sebagainya. perubahan patologis tersebut bila dibiarkan dapat mengakibatkan kerusakan permanen.

Pada pemeriksaan intraoral (dental) para pasien bulimia nervosa ditemukan dalam kondisi erosi pada gigi karena regurgitasi (naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai oleh rasa mual maupun kontraksi otot perut yang sangat kuat) asal lambung, terutama permukaan lingual. Seringnya frekuensi muntah yang mengandung asam hidroklorida dapat merusak email dan dentin.

Proporsi makan pasien penderita bulimia nervosa cenderung lebih banyak mengonsumsi karbohidrat. Makanan dengan kadar karbohidrat tinggi dapat meningkatkan produksi asam dan meningkatkan risiko karies. Selain itu, penderita bulimia nervosa akan mengalami apa yang dinamakan dengan Xerostomia (keadaan dimana mulut terasa kering karena produksi saliva berkurang), dan berbagai macam penyakit yang siap menghinggap pasien dengan bulimia nervosa.

Pasien bulimia umumnya dapat disembuhkan, diperlukan kerjasama antara dokter gigi, pskolog, dokter spesialis penyakit dalam, pakar diet, dan dukungan orang-orang terdekat seperti keluarga, dan sahabat.

Baca Juga :  Terapi Tertawa untuk Atasi Stress

Untuk mengurangi frekuensi terjadinya muntah digunakan agen prokinetik Metoclopramida yang memberikan efek positif pada pusat muntah dengan cara meningkatkan rangsangan spincter esofagus bagian bawah sehingga makanan lebih cepat masuk ke dalam usus.

Pasien harus dimotivasi untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, bergizi, dan olah raga yang cukup. Selama konstipasi (susah buang air besar) berlangsung beberapa hari, pasien dapat menggunakan suppositoria atau obat pencahar yang memiliki sifat non stimulating osmotik seperti laktulosa. pemberian vitamin C (1200-1500 mg per hari) dan vitamin D (400-800 IU per hari) harus dilakukan secara rutin.

Penderita bulimia umumnya diberikan obat-obatan jenis antidepresan bersama dengan pengobatan psikoterapi. Obat yang diberikan umumnya dari jenis trisiklik seperti imipramine (dengan merek dagang Tofranil) dan desipramine hydrochloride (Norpramin), atau jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) seperti fluoxetine (Antiprestin, Courage, Kalxetin, Nopres, dan Prozac), sertraline (Zoloft), dan paroxetine (Seroxat).

Terapi oral yang dapat dilakukan penderita bulimia nervosa :

  1. Untuk mencegah erosi dan karies pada gigi, pasien dianjurkan tidak menyikat gigi lagi setelah muntah, namun berkumur dengan sodium fluorida 0,05%, alkaline mineral water, sodium bikarbonat, atau magnesium hidroksida untuk menetralkan asam pada rongga mulut
  2. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat, sebab meningkatkan terjadinya risiko karies.
  3. Mengunyah permen karet rendah gula untuk meningkatkan produksi saliva atau menggunakan saliva sintetik seperti glosodane
  4. Gunakan pasta gigi, obat kumur, atau gel yang mengandung fluorida untuk mengurangi rasa sensitif pada gigi dan sebagai pertahanan terhadap karies.
  5. Menyikat gigi tiga kali sehari dan melakukan flossing untuk mengurangi plak pada gigi.
Baca Juga :  Obati Dementia dengan Kasih Sayang

Terapi Nutrisi

Ahli diet atau ahli gizi mengatur jadwal makan, memberikan penjelasan mengenai tujuan terapi nutrisi, mengenai pentingnya diet sehat, dan akibat buruk dari pola makan yang salah terhadap kesehatan.

Konseling

Tujuan dari konseling adalah agar pasien mau mengeluarkan segala isi hatinya dan yang ada dalam pikirannya. Dengan membuka pikirannya, akan membantu untuk menghilangkan rasa rendah diri dan membangkitkan rasa percaya diri.

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here