Wajarkah Anak Laki Laki Main Boneka ?

Wajarkah Anak Laki Laki Main Boneka ?

Pastinya kita sebagai orang tua pasti khawatir dengan anak laki-laki tercinta bermain dengan mainan anak perempuan, seperti boneka misalnya atau mungkin sebaliknya. Karena itulah para orangtua biasanya tidak senang bila anaknya bermain dengan mainan yang bukan mewakili gendernya. Namun anda sebagai orang tua janganlah berpikir bahwa bermain dengan boneka tidak sesuai untuk anak Anda. Baik anak laki-laki maupun perempuan akan mendapat keuntungan dari bermain boneka.

Di usia anak anak pada biasanya sang anak memang seringkali masih tertarik atau penasaran dengan berbagai macam mainan. Anak laki laki bisa saja ikut senang bermain boneka karena kakak atau punya teman perempuan yang bermain boneka.

Anak anak setelah menginjak usia lima tahun baru ia akan mulai mengidentifikasi mainan berdasarkan jenis kelaminnya. Untuk anak perempuan akan mulai memilih bermain masak masakan atau boneka, dan anak laki laki akan mulai memilih untuk bermain mobil mobilan, atau robot robotan. Terlepas dari pengaruh luar, Seorang anak akan memiliki dorongan dari dalam dirinya untuk memilih mainan mainan yang sesuai dengan jenis kelaminnya sendiri.

Baca Juga :  Enggan Bercinta Setelah Melahirkan? Cobalah Tips Berikut Ini

Pada dasarnya setiap anak memiliki masanya tersendiri kita sebagai orangtua hanya bisa memantau dan menasehati, Sebagusnya anak di berikan kebebasan dalam berkreasi dan mau melakukan apa dengan pengawasan, tidak baik juga untuk terlalu banyak melarang yang bisa berdampak tidak baik terhadap dampak psikologisnya.

Ini Alasan Mengapa Bermain Boneka Penting Bagi Anak Laki-Laki dan Perempuan

Ini Alasan Mengapa Bermain Boneka Penting Bagi Anak Laki-Laki dan Perempuan

1. Boneka berkontribusi pada pengembangan keterampilan kognitif, motorik halus dan self-help

Jangan menunggu terlalu lama untuk mengenalkan boneka ke dalam kehidupan bayi Anda. Bahkan jika anak Anda baru belajar duduk, Anda sudah memberinya boneka dengan ukuran yang sesuai untuk dimainkan. Boneka bisa menjadi teman yang aman untuk anak Anda sambil menjelajahi dunia tekstur dan bentuk baru sebagai bayi kecil, dan kemudian menjadi boneka kepercayaan saat anak Anda tumbuh dewasa.

Dalam kasus keterampilan self-help, anak-anak menggunakan boneka untuk berlatih sebelum menerapkan keterampilan ini pada diri mereka sendiri. Dan karena anak laki-laki dapat mengembangkan keterampilan motorik dan self-help sedikit lebih lambat dari pada anak perempuan, mereka bahkan membutuhkan boneka lebih banyak daripada anak perempuan. Anak-anak menggunakan boneka untuk berlatih membuang pakaian dan mengenakannya, memberi makan, menyikat gigi, mandi, perawatan, dan bahkan latihan toilet.

Boneka juga berguna saat Anda mencoba untuk membantu Anda mengatasi ketakutan tertentu, misalnya ketakutan mandi, karena anak Anda bertindak sebagai orang dewasa saat memandikan boneka itu, dan bertanggung jawab atas semua manipulasi, dan apakah yang akan digunakan dan mengendalikan semua persediaan yang diperlukan, seperti sampo, air, dan lain-lain. Memiliki kontrol membuat anak-anak merasa lebih baik tentang pengalaman itu dan akhirnya belajar menerimanya bukan sebagai siksaan tapi sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Pada usia dua atau tiga tahun anak Anda mulai bertindak seolah boneka itu makhluk hidup saat mereka mulai berinteraksi dengannya. Mereka juga belajar melakukan serangkaian tindakan, seperti memberi makan boneka itu, memandikannya dan tidur. Saat berinteraksi dengan anak-anak boneka juga mempraktikkan kemampuan berbicara dan bahasa, serta menghidupkan kembali situasi mereka menjadi bagian dari kehidupan mereka. Pembingkaian ulang kognitif ini membantu anak-anak memahami kejadian dengan lebih baik. Bermain boneka juga dapat membantu anak Anda melihat situasi dari sudut pandang orang lain, yang merupakan keterampilan penting untuk memperolehnya.

2. Boneka membantu mengembangkan keterampilan, kepedulian dan mengasuh

Merawat orang lain adalah keterampilan sosio-emosional yang penting untuk dikembangkan, dan boneka memainkan peran besar dalam proses ini. Saat bermain dengan boneka, anak Anda belajar untuk mengurusnya dan bertanggung jawab atas kesejahteraannya, memastikan bahwa “bayi” memiliki semua yang dibutuhkannya: diberi makan, kehangatan, dan kesenangan.

3. Boneka membantu anak Anda mempersiapkan kelahiran saudara kandung

Anak-anak membutuhkan banyak waktu untuk membiasakan diri dengan gagasan untuk berbagi cinta dan perhatian orang tua mereka dengan saudara laki-laki atau perempuan kecil. Bermain dengan boneka bisa mengajari anak Anda bagaimana merawat bayi. Saat bayi baru lahir, boneka dapat membantu anak Anda menangani lebih sedikit perhatian karena dia sekarang bisa menjadi orang tua juga, seorang ibu atau ayah yang harus merawat bayinya, sama seperti ibu mereka.

Baca Juga :  Manfaat Susu Untuk Kecerdasan Anak Anda

Akan tetapi jika dalam usia tersebut (antara usia 5 tahun keatas) anak kesayangan anda masih memainkan atau bersikap berlawanan dari jenis kelaminnya, maka kalian sebagai orangtua wajib untuk melakukan tindakan seperti mulai untuk menasehati atau berkonsultasi kedokter.

 

MARI DISKUSI

Please enter your comment!
Please enter your name here